
SEMARANG, MNNMEDIA.COM – Pendekatan dialog dan komunikasi yang dikedepankan Polda Jawa Tengah dalam memberikan pelayanan kepolisian terhadap kegiatan penyampaian pendapat di Kota Semarang membuahkan kesepakatan yang berjalan tertib dan lancar.
Karo Ops Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Basya Radyananda mengatakan Dalam pelayanan selama aksi penyampaian pendapat, Polri tidak menempatkan diri sebagai pihak yang berseberangan dengan mahasiswa.
“Sebaliknya, Polri memandang dirinya sebagai bagian dari proses demokrasi yang memiliki tanggung jawab untuk memberikan pelayanan terhadap masyarakat yang menyampaikan pendapat,” ujarnya, Rabu (26/8/2026).
Menurutnya, melalui koordinasi dan komunikasi yang baik, aspirasi mahasiswa dapat difasilitasi dengan tetap memperhatikan kepentingan masyarakat lainnya.
“Kami selalu akan memfasilitasi apa yang menjadi keinginan mahasiswa. Alhamdulillah tadi kesepakatan bisa kita penuhi dan akhirnya berjalan dengan lancar,” jelasnya.
Kombes Basya Radyananda menuturkan, Kesepakatan untuk menjaga ketertiban juga telah dibangun melalui koordinasi antara petugas kepolisian dengan perwakilan mahasiswa.
“Kita sudah berkoordinasi dengan korlap. Semua (Polisi dan Mahasiswa) ingin agar kegiatan berjalan tertib. Ini yang kita harapkan, karena ketika komunikasi dan koordinasi berjalan baik, penyampaian pendapat juga dapat berlangsung dengan baik,” katanya.
Kombes Basya Radyananda menambahkan, Bahwa dalam pelaksanaan kegiatan di kawasan Bundaran Tugu Muda tersebut kepolisian juga melakukan pengaturan dan rekayasa lalu lintas berupa kanalisasi.
“Langkah tersebut dilakukan untuk memberikan ruang bagi peserta menyampaikan aspirasi sekaligus menjaga agar arus kendaraan masyarakat tetap dapat berjalan,” ucapnya. (ndi)
Tidak ada komentar