TRENDING

Semar Gugat Suarakan Penolakan Geothermal Gunung Ungaran

2 menit membaca
Redaksi MNN Media
DAERAH, PERISTIWA - 02 Sep 2026

KAB SEMARANG, MNNMEDIA.COM – Rencana pengembangan pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) atau geothermal di kawasan Gunung Ungaran, Jawa Tengah, mendapat penolakan dari sejumlah elemen masyarakat.

Penolakan tersebut disuarakan melalui gerakan Semar Gugat yang digelar di Basecamp Kendalisodo, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, Rabu (2/9/2026) sore.

Gerakan ini melibatkan berbagai kelompok, mulai dari seniman, budayawan, pecinta alam, pegiat situs cagar budaya, komunitas paranormal, kelompok pemuda hingga warga yang tinggal di lereng Gunung Ungaran.

Mereka mengkhawatirkan pembangunan maupun aktivitas pengeboran panas bumi dapat berdampak terhadap lingkungan, sumber air, pertanian, hingga keberadaan situs-situs bersejarah di kawasan Gunung Ungaran.

Ketua Komunitas Rawa Pening bidang seni budaya sekaligus penyelenggara kegiatan, Heru Gentho, mengatakan gerakan tersebut lahir dari keresahan para seniman dan masyarakat terhadap aktivitas geothermal yang mulai berlangsung di kawasan sekitar Gunung Ungaran dan Gunung Telomoyo.

“Kami ingin menyatukan pikiran, bagaimana kawasan ini sebaiknya dijaga. Jangan sampai seperti yang terjadi di daerah lain, ketika geothermal sudah berjalan masyarakat kesulitan untuk melakukan penolakan,” ujarnya.

Menurutnya, masyarakat Kabupaten Semarang perlu menyampaikan sikap sejak dini sebelum proyek geothermal semakin berkembang.

Heru menuturkan, Semar Gugat memilih jalur seni dan budaya sebagai sarana menyampaikan aspirasi dan aksi yang dilakukan bukan sekadar demonstrasi, tetapi upaya mengajak masyarakat menjaga lingkungan dan warisan budaya.

“Salah satu kekhawatiran utama yang disampaikan adalah keberadaan sumber air aktivitas pengeboran panas bumi dapat memengaruhi mata air yang selama ini menjadi kebutuhan masyarakat,” katanya.

Heru menambahkan, Gerakan penolakan akan terus dilakukan hingga aspirasi mereka mendapatkan perhatian dan aktivitas geothermal yang dinilai berisiko terhadap lingkungan dapat dihentikan.

“Yang kami inginkan adalah geothermal jangan sampai masuk Kabupaten Semarang. Kalau sudah berjalan, kami juga meminta agar dibatalkan,” tegasnya. (Sap)

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CLOSE ADS