
UNGARAN, MNNMEDIA.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang mengisi jabatan kepala sekolah yang kosong dan mutasi guna meningkatkan mutu proses belajar mengajar di lingkungan Kabupaten Semarang.
Ketua Dewan Pendidikan
Kabupaten Semarang, Joko Sriyono mengatakan para kepala sekolah untuk teguh menjaga integritas dan moral saat menjalankan tugas.
Menurutnya, peran kepala sekolah sangat vital sebagai manajer pelayanan pendidikan. Tuntutan kinerja para kepala sekolah juga harus diimbangi dengan perilaku yang baik.
“Para Kepala Sekolah harus menjaga moral dan perilakunya setelah diangkat dan jangan sampai persoalan perselingkuhan maupun judi online membebani kinerjanya,” ujarnya, di Ungaran, Jumat (31/7/2026).
Bupati Semarang, H Ngesti Nugraha meminta untuk membantu mencerdaskan generasi muda melalui pendidikan yang bermutu. Pembinaan karakter anak didik harus terus dilaksanakan.
“Jangan sampai kalah dengan pengaruh konten media sosial HP. Mutasi dan pengangkatan kepala sekolah murni hasil evaluasi kinerja dan tidak ada faktor suka tidak suka,” katanya.
Sementara itu, Kepala Disdikbudpora M Taufiqur Rahman melaporkan ada 59 orang guru yang promosi menjadi kepala sekolah dan 59 kepala sekolah yang menjalani mutasi.
“Terdiri dari enam kepala TK negeri pembina, 101 Kepala SDN dan sebelas Kepala SMPN. Dari jumlah itu ada 4 kepala sekolah berstatus PPPK yang diangkat berdasarkan Pernendikdasmen Nomor 7 Tahun 2025,” ujarnya.
Taufiqur Rahman menambahkan,
Ada sebelas Kepala Sekolah yang sudah lulus pendidikan dan pelatihan kepemimpinan dibiayai APBN.
“Tahun ini direncanakan 99 Kepala Sekolah akan mengikuti Diklat dibiayai APBD Kabupaten Semarang dan masih ada 25 jabatan kepala sekolah yang kosong. Kita rencanakan terisi pada tahun ini,” ucapnya. (Ndi)
Tidak ada komentar