
UNGARAN, MNNMEDIA.COM – Proses pembangunan dan pelaksanaan program Kawasan Desa Mandiri Pangan (KDMP) di Desa Nyatnyono kini telah memasuki babak akhir. Hingga saat ini, realisasi fisik dan infrastruktur program penunjang ketahanan pangan tersebut dilaporkan telah mencapai 90 persen.
Program ini diproyeksikan tidak hanya menjadi penyokong kebutuhan pangan harian warga, tetapi juga motor penggerak ekonomi yang akan mengubah Nyatnyono menjadi komunitas desa unggulan.
Kepala Desa Nyatnyono, Parsunto menyampaikan rasa optimisnya terkait dampak jangka panjang dari program KDMP ini bagi kesejahteraan warga setempat.
”Bahwa esensi dari program KDMP ini adalah peningkatan kapasitas dan kemandirian masyarakat. Program ini dirancang untuk menyentuh langsung aspek pemenuhan gizi dan peningkatan pendapatan rumah tangga,” ujarnya, saat ditemui di Kantor Desa Nyatnyono, Selasa (30/6/2026).
Menurutnya, Dengan progres yang sudah menyentuh 90 persen ini fokusnya sekarang adalah mematangkan kesiapan warga selaku penerima manfaat. Kapasitas program ini mencakup pelatihan pengelolaan lumbung pangan desa, pemanfaatan pekarangan rumah secara produktif hingga penguatan kelembagaan kelompok tani.
“Bahwa setelah seluruh infrastruktur selesai 100 persen, warga akan memegang kendali penuh dalam pengelolaan aset KDMP secara berkelanjutan, sehingga tidak ada lagi ketergantungan pada bantuan eksternal,” jelasnya.
Parsunto menuturkan, Program KDMP ini akan diintegrasikan dengan tiga potensi utama desa yaitu pertanian dan perkebunan organik tanah yang subur memungkinkan pengembangan komoditas pangan berkualitas tinggi. Melalui KDMP, hasil tani warga akan dikelola dengan standar yang lebih baik agar memiliki nilai jual tinggi di pasar perkotaan.
“Potensi wisata alam dan religi Nyatnyono sudah dikenal luas berkat wisata religi dan mata air alamnya. Integrasi KDMP akan diwujudkan melalui konsep Agrowisata di mana wisatawan tidak hanya berkunjung untuk ziarah tetapi juga menikmati dan membeli produk pangan segar langsung dari kelompok tani desa,” jelasnya.
Parsunto menambahkan, Infrastruktur yang megah tidak akan berarti tanpa komitmen warga untuk merawatnya dan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga gotong royong di sisa 10 persen tahap penyelesaian ini.
”Kami berharap, saat KDMP ini rampung total, Desa Nyatnyono siap berdiri tegak sebagai desa percontohan dan sebuah komunitas unggulan yang mandiri, sejahtera dan berdaya saing tinggi,” ucapnya. (Ndi)
Tidak ada komentar