TRENDING

Pemprov Jateng Mulai Sisihkan Anggaran untuk Pilgub 2029

2 menit membaca
Redaksi MNN Media
DAERAH, Ekonomi, PEMERINTAH - 31 Jul 2026

SEMARANG, MNNMEDIA.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mulai menyiapkan dana cadangan untuk pembiayaan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Jawa Tengah 2029.

Langkah tersebut dilakukan agar kebutuhan anggaran penyelenggaraan pesta demokrasi lima tahunan tersebut tidak membebani APBD dalam satu tahun anggaran, sehingga program pembangunan dan pelayanan publik tetap berjalan optimal.

Sekretaris Daerah Jawa Tengah, Sumarno mengatakan pembentukan dana cadangan merupakan mekanisme yang diatur dalam regulasi untuk mengantisipasi besarnya kebutuhan pembiayaan pilkada.

“Berbeda dengan belanja daerah pada umumnya, dana cadangan masuk dalam pos pengeluaran pembiayaan, sehingga harus memiliki dasar hukum berupa peraturan daerah,” ujarnya, di Semarang, Kamis (30/7/2026).

Menurutnya, Kalau dana cadangan ini sebenarnya sistem penganggaran biasa saja. Yang membedakan, dana cadangan masuk dalam pengeluaran pembiayaan sehingga harus ada perda yang mengaturnya.

Sumarno menjelaskan, pengalaman Pilkada 2024 menunjukkan kebutuhan anggaran di Jawa Tengah hampir mencapai Rp1 triliun.

“Apabila seluruh anggaran tersebut dibebankan pada satu tahun pelaksanaan pilkada, kapasitas fiskal daerah akan tertekan dan berpotensi mengganggu pelaksanaan program pembangunan,” jelasnya.

Sumarno menuturkan, Karena itu regulasi memperbolehkan menyisihkan anggaran setiap tahun, sehingga saat Pilkada dilaksanakan beban APBD tidak terlalu berat. Pemprov Jawa Tengah berencana mulai menyisihkan anggaran dana cadangan pada 2027.

“Sumber pembiayaan berasal dari APBD, terutama Pendapatan Asli Daerah (PAD), dengan besaran yang disesuaikan kemampuan fiskal daerah hingga kebutuhan pendanaan Pilgub 2029 dapat terpenuhi secara bertahap,” katanya.

Sumarno menambahkan, skema tersebut juga menjadi pelajaran dari pelaksanaan Pilkada 2024 dan masih ada sejumlah pemerintah kabupaten dan kota yang tidak membentuk dana cadangan sehingga mengalami kesulitan ketika harus menyediakan anggaran pilkada dalam waktu bersamaan.

“Banyak teman-teman pemerintah daerah yang mengabaikan dana cadangan. Saat pelaksanaan Pilkada kemarin mereka cukup kerepotan karena harus mengeluarkan anggaran besar sekaligus. Jangan sampai pengalaman itu terulang lagi,” ucapnya. (Ndi)

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CLOSE ADS