
SEMARANG, MNNMEDIA.COM – Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ahmad Luthfi menanggapi kabar soal Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro yang terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan menyatakan prihatin atas terjadinya peristiwa tersebut.
“Saya sebagai gubernur sangat prihatin sekali dan sangat menyesal sekali,” ujarnya di Semarang, Rabu (297/2026).
Menurutnya, Keprihatinan itu bukan tanpa alasan. Sebab berbagai upaya pencegahan korupsi sudah dilakukan di Jawa Tengah. Mulai dari melakukan retret kepala daerah, menyelenggarakan koordinasi, supervisi, dan pencegahan korupsi (Korsupgah) dari KPK.
“Hingga penandatanganan pakta integritas juga sudah dilakukan dan sudah sampai nyinyir kita sampaikan. Pasca adanya OTT juga sudah kami kumpulkan lagi, kasih peringatan lagi,” jelasnya.
Lutfhi menuturkan, Terkait dugaan jual beli jabatan dan gratifikasi yang menjerat Anom Widiyantoro masih menunggu keterangan resmi dari KPK.
“Jabatan itu adalah amanah. Saya juga ucapkan terima kasih kepada para Gubernur Jawa Tengah terdahulu yang sudah menciptakan namanya sistem meritokrasi. Kita tinggal meneruskan, kemudian saya tambahi no titip-titip no jastip. Kalau ada, saya sendiri yang akan mendindak,” katanya.
Luthfi juga sudah berkali-kali mengingatkan kepada seluruh pejabat publik termasuk kepala daerah dan kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), agar setiap tindakan dilakukan sesuai aturan dan hukum yang berlaku.
“Saya berharap agar pejabat publik jangan sampai mengambil kesempatan untuk menyalahgunakan wewenang untuk meraup keuntungan pribadi maupun kelompok,” ucapnya. (Ndi)
Tidak ada komentar