
UNGARAN, MNNMEDIA.COM – Pemkab Semarang menggelar rapat koordinasi tentang rencana pemanfaatan panas bumi sebagai pembangkit listrik di Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Gunung Ungaran dan TCH Candi Umbul Telomoyo, di Ungaran, Jumat (4/9/2026).
Selama dua Minggu terakhir rencana pemanfaatan panas bumi di seputaran Gunung Ungaran dan Candi Umbul Telomoyo menjadi perbincangan hangat di
media sosial.
Bahkan sudah ada petisi menolak rencana eksploitasi alam yang setelah terbitnya surat izin Menteri ESDM Nomor 134.TK/EK.04/MEMBPE/
2026. Surat itu mendelegasikan WKP Gunung Ungaran kepada PT PLN.
Kepala Cabang Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jateng Wilayah Semarang Demak Tyas Andajani mengatakan eksplorasi awal untuk WKP Ungaran belum ditentukan meskipun izin telah turun.
“Titik pengeboran panas bumi akan dipilih yang paling aman bagi warga dan lingkungan sekitarnya. Bahkan kegiatan (eksplorasi) bisa saja batal jika nantinya
dianggap tidak memiliki potensi panas bumi yang memadai,” ujarnya.
General Manager Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah PT PLN Persero Kis, Hartanto Purnomo Putro menyatakan belum ada rencana eksplorasi panas bumi di WKP Ungaran dalam program kerja PT PLN sampai saat ini.
“Waktu pengeboran dan titik eksplorasi belum ditentukan. Dipastikan masih diperlukan proses panjang untuk sampai ke pengeboran sedalam kurang lebih 2.000
meter di area WKP dan yang diusulkan untuk lokasi PLTP relatif jauh dari kawasan candi(Gedong Songo),” jelasnya.
Sementara itu, Bupati Semarang H.Ngesti Nugraha menuturkan pihaknya berkomitmen menjaga kondusifitas situasi
daerah.
“Kami minta PT PLN sementara waktu untuk tidak melakukan kegiatan dulu,” ucapnya. (ndi)
Tidak ada komentar