
SALATIGA,MNNMEDIA.COM – Lintasan Pushbike Salatiga Heavy Race menjadi arena adu kecepatan 337 rider cilik dari berbagai daerah, Minggu, 18 Oktober 2026. Dari usia dua tahun, mereka sudah berkenalan dengan atmosfer kompetisi, mengejar posisi terdepan hingga garis finis.
Ajang yang berlangsung di kawasan Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga, tepatnya di belakang gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), itu diikuti peserta berusia dua hingga sembilan tahun. Mereka berlomba dalam kelas yang dibedakan berdasarkan kelompok usia.
Persaingan tak hanya melibatkan rider dari Salatiga dan daerah lain di Jawa Tengah. Peserta dari Purbalingga, Kebumen, Semarang, hingga Bogor turut meramaikan lintasan. Sejumlah rider bahkan datang dari Sumatera dan Sulawesi.
Ketua Pelaksana Pushbike Salatiga Heavy Race, Intan Nurhajayati Fajrin, mengatakan jumlah peserta mencapai 337 orang.
“Total ada 337 peserta. Usianya mulai 2 sampai 9 tahun dan kelasnya dibedakan berdasarkan usia,” kata Intan.
Sepeda Tanpa Pedal, Persaingan Tak Sederhana
Pushbike berbeda dari sepeda pada umumnya. Tanpa pedal dan rantai penggerak, rider mengandalkan dorongan kaki untuk melaju. Keseimbangan, koordinasi gerak, konsentrasi, dan kemampuan membaca lintasan menjadi bagian penting dalam perlombaan.
Di balik bentuknya yang sederhana, olahraga ini juga memiliki ekosistem perlengkapan yang beragam. Harga pushbike untuk pemula berkisar Rp 500.000. Sementara sepeda dengan spesifikasi kompetisi bisa mencapai Rp 17 juta.
Menurut Intan, perkembangan olahraga ini turut ditandai dengan tumbuhnya komunitas. Di Salatiga, sedikitnya terdapat sekitar 50 komunitas pushbike. Sekitar 25 komunitas di antaranya masih aktif mengikuti kegiatan dan kompetisi.
Membangun Mental Kompetisi Sejak Dini
Bagi anak-anak, pushbike bukan semata urusan kecepatan. Olahraga ini menjadi sarana melatih keseimbangan, keberanian, konsentrasi, dan kepercayaan diri sejak usia dini.
Kompetisi di Salatiga juga mempertemukan rider dari berbagai daerah dalam satu arena. Pertemuan tersebut membuka ruang bagi anak-anak untuk mengukur kemampuan, mendapatkan pengalaman bertanding, sekaligus mengenal atmosfer olahraga kompetitif.
Dengan jumlah peserta mencapai ratusan orang, Pushbike Salatiga Heavy Race memperlihatkan bahwa olahraga yang berawal dari sepeda tanpa pedal ini berkembang menjadi ajang kompetisi tersendiri bagi anak-anak.(*)
Tidak ada komentar