
SEMARANG,MNNMEDIA.COM – Digitalisasi pemerintahan, penguatan UMKM, peningkatan kesejahteraan guru ngaji, hingga pengembangan wisata alam menjadi sejumlah gagasan yang ditawarkan Arizka Priantoro untuk mendorong kemajuan Desa Susukan.
Pengusaha yang tertarik maju dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Susukan tersebut menilai desa memiliki potensi besar yang perlu dikelola secara serius. Menurut dia, kemajuan desa tidak cukup hanya mengandalkan sumber daya alam, tetapi juga membutuhkan tata kelola pemerintahan yang terbuka dan keterlibatan masyarakat.
Salah satu gagasan yang menjadi perhatiannya adalah digitalisasi pemerintahan desa. Melalui sistem digital, masyarakat diharapkan dapat mengakses informasi mengenai program pembangunan, anggaran, hingga penggunaan dana desa melalui telepon seluler.
“Masyarakat bisa langsung klik dari HP, melihat program-program yang dilaksanakan, anggarannya sekian, uang masuk sekian, terus pengeluarannya sekian. Kurang lebih seperti itu,” kata Arizka.
Menurut dia, keterbukaan informasi penting agar masyarakat dapat mengetahui pelaksanaan program pemerintah desa. Digitalisasi juga diharapkan mempermudah pelayanan administrasi, termasuk perizinan.
“Untuk tahap awal, kita membuat program dulu dari pemerintahan. Jadi, yang didigitalisasikan itu terkait transparansi, entah anggaran, perizinan, dan lain-lain, supaya lebih mudah dan lebih terbuka,” ujarnya.
UMKM hingga pertanian menjadi perhatian
Selain tata kelola pemerintahan, Arizka ingin mendorong perekonomian warga melalui pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Dengan latar belakang sebagai pengusaha, ia menilai pelaku usaha lokal perlu mendapat kesempatan untuk berkembang, memperluas pasar, dan meningkatkan daya saing.
“Program unggulan salah satunya pemberdayaan UMKM. Jadi, ke depan UMKM bisa lebih baik, bisa lebih go public, bisa menuju tingkat nasional,” katanya.
Sektor pertanian dan peternakan juga masuk dalam gagasannya. Kedua sektor tersebut dinilai memiliki peluang untuk berkembang melalui inovasi dan pemanfaatan teknologi digital.
Namun, Arizka menekankan bahwa program pembangunan harus disusun berdasarkan kebutuhan masyarakat. Karena itu, ia menginginkan adanya kolaborasi antara pemerintah desa dan warga dalam menentukan prioritas.
“Teknisnya adalah kolaborasi pemerintah desa bersama masyarakat. Jadi, bareng-bareng, terbuka, ngobrol bareng untuk masa depan lebih baik,” tuturnya.
Guru ngaji dan pendidikan agama tak luput dari perhatian
Di bidang pendidikan, Arizka menyoroti pentingnya pembinaan pendidikan keagamaan. Ia menilai guru ngaji memiliki peran dalam membentuk karakter masyarakat sehingga perlu mendapatkan perhatian yang memadai.
“Pembinaan dari segi pendidikan, terutama pendidikan agama, itu juga berperan besar terhadap kemajuan Desa Susukan,” ujarnya.
Ia menyinggung insentif bagi guru ngaji yang menurutnya masih perlu ditingkatkan agar lebih layak.
“Contoh kecil, guru-guru ngaji itu secara kepedulian dari pemerintah, insentif dan sebagainya, mungkin masih minim atau kurang. Ke depan bisa lebih layak,” katanya.
Potensi wisata alam ingin dikembangkan
Gagasan lain yang ditawarkan Arizka adalah pengembangan pariwisata. Ia melihat panorama alam dengan latar Gunung Merapi dan Merbabu serta hamparan persawahan sebagai modal yang bisa dikembangkan untuk menggerakkan ekonomi desa.
“Desa Susukan itu potensi wisatanya luar biasa. Kita dianugerahi kondisi alam yang sangat indah, diapit dua pegunungan, Gunung Merapi dan Merbabu, serta sawah-sawah yang subur,” ungkapnya.
Ia membayangkan potensi tersebut dapat dikembangkan menjadi destinasi wisata alam, restoran, bumi perkemahan, camping ground, hingga wahana river tubing.
Untuk merealisasikan gagasan itu, Arizka membuka peluang kerja sama dengan investor maupun pihak ketiga. Menurut dia, pengembangan wisata membutuhkan pengelolaan yang serius agar dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.
Ia mengaku telah mengunjungi sejumlah desa wisata di wilayah Klaten bersama timnya untuk melihat langsung pengelolaannya. Pengalaman tersebut menjadi salah satu referensi baginya dalam melihat peluang pengembangan wisata di Susukan.
“Mereka bisa mengelola dengan baik, masa Susukan enggak bisa? Harus bisa dan pasti bisa, bahkan bisa jauh lebih baik,” tegasnya.
Gagasan menunggu pembuktian
Arizka menilai berbagai potensi Desa Susukan perlu dikembangkan melalui perencanaan yang matang, kolaborasi, dan partisipasi masyarakat.
“Secara pribadi, saya melihat ke depan potensi Desa Susukan ini harusnya bisa lebih berkembang, lebih maju, dan lebih baik dari sekarang,” pungkasnya.
Berbagai gagasan tersebut menjadi tawaran Arizka dalam melihat masa depan Desa Susukan. Jika nantinya memperoleh kepercayaan masyarakat, realisasi program-program itu akan bergantung pada perencanaan, kemampuan anggaran, tata kelola pemerintahan, serta dukungan warga dan pihak terkait.(Red)
Tidak ada komentar