
KAB SEMARANG, MNNMEDIA.COM – Polres Semarang menunjukkan kepeduliannya kepada masyarakat dan menyalurkan sebanyak 13.000 liter air bersih disalurkan kepada warga Dusun Jagir, Desa Kedungringin, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang Jumat (21/8/2026).
Polres Semarang menyalurkan air bersih menggunakan dua kendaraan tangki dengan kapasitas masing-masing 5.000 liter dan 8.000 liter. Air kemudian didistribusikan kepada warga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Kapolres Semarang, AKBP Heru Dwi Purnomo mengatakan Kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat dan khususnya dalam membantu memenuhi kebutuhan dasar berupa air bersih.
“Kami hadir untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Air bersih merupakan kebutuhan dasar sehingga melalui kegiatan ini kami berharap bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari warga,” ujarnya.
Menurutnya, Kegiatan sosial seperti pendistribusian air bersih juga menjadi bagian dari upaya membangun kedekatan antara Polri dan masyarakat.
“Kami berharap sinergi antara Polri, pemerintah daerah, TNI, relawan dan masyarakat terus terjaga. Dengan kebersamaan, berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat dapat kita bantu dan selesaikan bersama,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Kedungringin Nur Habibi menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Kapolres Semarang beserta seluruh jajaran yang telah memberikan bantuan air bersih kepada warganya.
Menurutnya, Bantuan ini sangat bermanfaat bagi warga. Semoga Bapak Kapolres dan seluruh jajaran selalu diberikan kesehatan serta kelancaran dalam menjalankan tugas.
“Kami mewakili warga Dusun Jagir mengucapkan banyak terima kasih kepada Bapak Kapolres Semarang beserta rombongan atas bantuan air bersih ini,” katanya.
Sementara itu, Salah satu warga Maya menuturkan apabila musim kemarau Dusun Jagir selalu mengalami kekeringan dan warga mengandalkan sumur pribadi untuk keperluan pribadi maupun ternak.
“Namun saat musim kemarau debit air di sumur sangat sedikit dan harus menunggu beberapa hari agar air bisa di ambil lagi. Ini merupakan hal tahunan setiap musim kemarau dan sumur sumur warga mengalami kekeringan,” ucapnya. (Sap)
Tidak ada komentar