TRENDING

FBI Apresiasi Polda Jateng Bongkar Penipuan Pig Butchering Scam, Empat Polisi Diundang Pelatihan di Bali

3 menit membaca
Redaksi MNN Media
Redaksi MNN Media
DAERAH, NEWS - 19 Okt 2026

SEMARANG,MNNMEDIA.COM – Penipuan digital kini tak lagi mengenal batas negara. Salah satu modusnya bahkan dikenal dengan istilah pig butchering scam, yakni penipuan yang biasanya membangun kepercayaan korban sebelum menguras uang mereka. Keberhasilan Direktorat Reserse Siber Polda Jawa Tengah mengungkap kasus dengan modus tersebut mendapat apresiasi dari Federal Bureau of Investigation (FBI).

Apresiasi itu disampaikan dalam audiensi delegasi FBI dan Office of Overseas Prosecutorial Development, Assistance and Training (OPDAT) Kedutaan Besar Amerika Serikat bersama Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol. Roy Hardi Siahaan di Mapolda Jateng. Informasi tersebut dilansir TBN Jateng, Senin (19/10/2026).

Dalam pertemuan itu, Son Nguyen, Pejabat Atase Hukum FBI untuk Indonesia dan Timor-Leste, menyerahkan sertifikat apresiasi kepada Kapolda Jateng dan Ditresiber Polda Jateng. Penghargaan tersebut diberikan atas penanganan kasus penipuan yang melibatkan korban lintas negara.

Modusnya bukan sekadar tipu-tipu biasa

Istilah pig butchering scam merujuk pada pola penipuan ketika pelaku membangun hubungan dan kepercayaan dengan korban secara bertahap. Setelah korban merasa percaya, pelaku biasanya mengarahkan mereka untuk mengirimkan uang, kerap dengan kedok investasi atau peluang keuntungan tertentu.

Dalam kasus yang diungkap Polda Jateng, penanganan perkara tersebut menjadi bagian dari kerja sama penegak hukum lintas negara. Kejahatan siber semacam ini memiliki tantangan tersendiri karena pelaku, korban, bukti digital, hingga aliran dana bisa berada di wilayah hukum berbeda.

Kapolda Jateng menyampaikan bahwa kolaborasi internasional menjadi bagian penting dalam menghadapi kejahatan siber yang semakin kompleks dan terorganisasi. Kerja sama tersebut diperlukan untuk menelusuri aktivitas digital, mengidentifikasi jaringan pelaku, serta mendukung proses penegakan hukum.

Direktur Reserse Siber Polda Jateng Kombes Pol. Wahyu Nugroho Setyawan mengatakan, penghargaan dari FBI menjadi motivasi bagi jajarannya untuk meningkatkan profesionalisme dalam menangani perkara siber.

“Penghargaan dari FBI ini menjadi bentuk apresiasi atas kerja sama yang telah terjalin dalam berbagai kasus penipuan pemotongan babi. Kami memandang kolaborasi internasional sangat penting karena kejahatan siber dapat melibatkan pelaku, korban, dan aliran dana yang berada di negara berbeda. Oleh karena itu, penanganannya memerlukan koordinasi yang baik serta pertukaran informasi melalui mekanisme resmi,” ujar Wahyu.

Ia menjelaskan, penguatan kemampuan penyidikan akan terus dilakukan, terutama dalam analisis digital, pemeriksaan bukti elektronik, pengungkapan jaringan pelaku, serta penanganan transaksi keuangan digital.

Menurut Wahyu, pengungkapan perkara tidak hanya menjadi hasil kerja penyidik, tetapi juga momentum untuk meningkatkan kapasitas institusi dalam menghadapi perkembangan modus kejahatan di ruang digital.

Empat personel diundang mengikuti pelatihan

Selain memberikan apresiasi, FBI juga mengundang empat personel Ditresiber Polda Jateng untuk mengikuti program pelatihan di Bali pada November 2026.

Kesempatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan keterampilan penyidik sekaligus memperkuat pertukaran pengalaman dalam menangani kejahatan siber lintas negara.

“Kami menyambut baik kesempatan pelatihan yang diberikan kepada personel Ditressiber Polda Jateng. Peningkatan kompetensi sangat diperlukan agar penyidik semakin siap menghadapi berbagai modus kejahatan digital, termasuk penipuan investasi daring, pengodean teknologi, dan kejahatan yang melibatkan jaringan lintas negara. Pengetahuan yang diharapkan nantinya dapat diterapkan untuk meningkatkan kualitas penanganan perkara di wilayah Jawa Tengah,” lanjutnya.

Audiensi tersebut turut dihadiri Assistant FBI Legat Attaché for Cybercrime Rob Nelson, Resident Legat Advisor OPDAT Tomika Patterson, staf lokal OPDAT Cut Yunita, staf lokal FBI Legat Office Ranita Agustina, serta sejumlah pejabat utama Polda Jateng.

Penghargaan dari FBI dan undangan pelatihan bagi empat personel itu menjadi bagian dari penguatan kerja sama internasional dalam menghadapi penipuan digital. Tantangan berikutnya adalah memastikan kemampuan yang diperoleh dapat diterapkan untuk mengungkap jaringan pelaku sekaligus mempersempit ruang gerak penipuan yang menyasar masyarakat.(Red)

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CLOSE ADS
Pasang Iklan di MNN MEDIA.COM