
SEMARANG, MNNMEDIA.COM – Sebanyak lima daerah di Jawa Tengah menjadi pilot project dalam program Indonesia Sadar Jamu Aman (Idaman). Kelima daerah tersebut meliputi Purworejo, Sukoharjo, Pati, Surakarta, dan Kota Semarang.
Kepala BPOM Pusat, Taruna Ikrar mengatakan alasan Jawa Tengah menjadi pilot project ini karena banyak tanaman herbal yang bisa dimanfaatkan menjadi aneka jamu.
“Bahkan minum jamu di provinsi ini sudah membudaya dan sejauh ini pemanfaatan jamu tersebut juga dinilai aman,” ujarnya.
Menurutnya, tanaman obat herbal bisa menembus pasar nasional bahkan pasar global. Sehingga, program pengembangan jamu di Jawa Tengah harus mendapatkan dukungan.
“Melalui program idaman pihaknya berupaya mempertahankan citra dan keperayaan masyarakat Indonesia terhadap jamu,” jelasnya.
Taruna menambahkan, Selama 2025 BPOM Pusat melakukan sampling dan pengujian terhadap 11.654 produk obat bahan alam dan suplemen kesehatan dan sebanyak 206 produk terbukti mengandung bahan kimia obat.
“Terhadap temuan tersebut BPOM telah melakukan pengamanan produk. Ini sebagai langkah awal untuk mencegah potensi peredaran lebih lanjut,” ujarnya.
“Temuan ini menunjukkan bahwa masih banyak yang menggunakan bahan kimia obat. BPOM akan melakukan penindakan secara tegas karena efek penuntutan kita perlu lakukan,” ujarnya
Sementara itu, Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maemoen mengapresiasi langkah yang dilakukan BPOM Pusat yang menjadikan sejumlah daerah di Jateng menjadi pilot project program idaman.
Menurutnya, Jawa Tengah memiliki potensi yang tinggi dalam pengembangan jamu tradisional. Sebagai salah satu produk ekonomi kreatif, konsumsi jamu tradisional layak didorong menjadi gaya hidup. L
“Kalau kita melihat di Solo, Sukoharjo, Semarang, masyarakat sudah menyajikan jamu di kafe-kafe,” ucapnya. (ndi)

Tidak ada komentar