
SEMARANG|MNNMEDIA.COM – Memasuki hari terakhir Operasi Zebra Candi 2025, Polda Jawa Tengah merilis temuan mencengangkan. Selama 13 hari pelaksanaan sejak 17 November, tercatat 44.686 pelanggaran lalu lintas, mayoritas dilakukan pengendara usia muda.
Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Artanto menjelaskan, dari total pelanggaran tersebut, sebanyak 12.027 pengendara ditilang—7.015 melalui ETLE dan 5.012 melalui tilang manual—sementara 32.659 lainnya hanya diberi teguran.
“Angka ini menunjukkan kepatuhan berlalu lintas masih menjadi PR besar kita bersama. Edukasi dan pendekatan humanis tetap kami kedepankan,” ujar Artanto.
Roda Dua Masih Paling Banyak Melanggar
Dari seluruh kasus, 11.128 pelanggaran dilakukan oleh pengendara sepeda motor, dengan tiga pelanggaran paling dominan:
Tidak memakai helm SNI – 7.609 kasus
Knalpot brong – 1.046 kasus
Melawan arus – 1.044 kasus
Pada kendaraan roda empat atau lebih, tercatat 899 pelanggaran, didominasi:
Tidak pakai sabuk keselamatan – 557 kasus
Melawan arus – 105 kasus
Pelanggaran batas muatan – 43 kasus
Usia 16–35 Tahun Mendominasi Tilang
Fakta yang cukup mengkhawatirkan, 77% pelanggar yang ditilang berusia 16–35 tahun, kelompok usia produktif yang aktif beraktivitas di jalan.
502 Kecelakaan dalam 13 Hari
Selama operasi, juga terjadi 502 kecelakaan dengan rincian:
12 meninggal dunia
11 luka berat
24 luka ringan
Kerugian materiil ditaksir mencapai Rp 836,4 juta.
Pelaku kecelakaan terbanyak berasal dari kelompok usia 16–20 tahun, sementara 43% korban berusia 11–30 tahun.
“Pengguna jalan dari kelompok usia muda masih sangat rentan. Ini peringatan serius bagi kita semua,” tegas Artanto.
Cipta Kondisi Jelang Nataru
Operasi Zebra Candi 2025 juga menjadi bagian dari upaya menjaga kamtibmas dan kamseltibcar menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
“Harapan kami, dengan meningkatnya kedisiplinan masyarakat, kondisi lalu lintas menjelang Nataru bisa aman dan kondusif,” pungkas Kabid Humas.
Tidak ada komentar