TRENDING

Jateng Inisiasi Kurikulum Perkoperasian Mulai Jenjang SD hingga SMA

2 menit membaca
Redaksi MNN Media
DAERAH, Ekonomi, PEMERINTAH - 05 Mei 2026

SEMARANG, MNNMEDIA.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melakukan langkah progresif untuk memberikan pendidikan koperasi kepada warganya. Salah satu upayanya adalah menginisiasi insersi kurikulum perkoperasian ke dalam jenjang pendidikan dasar hingga menengah.

Sekda Jateng Sumarno mengatakan, Langkah ini diklaim sebagai yang pertama di Indonesia dan hal ini sebagai upaya konkret membangkitkan kembali marwah ekonomi kerakyatan sejak dini dan ini bahkan mungkin baru yang pertama di Indonesia.

“Melalui kurikulum ini, harapannya memberikan pemahaman mengenai sistem dan esensi perkoperasian,” ujarnya, di Semarang, Selasa (5/5/2026).

Menurutnya, Koperasi ini sangat berbeda dengan konsep bisnis umum. Koperasi adalah penggabungan antara konsep bisnis dengan nilai sosial.

“Disana ada kebersamaan, ada gotong royong, dan kedaulatan tertinggi ada di tangan anggota. Inilah yang harus kita pahamkan kembali kepada masyarakat kita,” jelasnya.

Sumarno menambahkan, inisiasi ini juga menjadi langkah strategis untuk mendukung program Presiden RI terkait Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Karenanya, pemerintah perlu melakukan internalisasi konsep ekonomi kerakyatan sejak masa sekolah.

“Kita ingin menginternalisasi pemahaman ini sejak dini, mulai dari jenjang SD, SMP, hingga SMA. Harapannya, koperasi masa depan dikelola oleh Sumber Daya Manusia (SDM) yang benar-benar memahami ruh koperasi, sehingga kemajuan bersama dan gotong royong benar-benar terbangun,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Tengah Dwi Silo Raharjo menuturkan, kurikulum ini akan menyasar seluruh sekolah di bawah naungan Dinas Pendidikan maupun madrasah di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag) di Jateng.

“Kami ingin up lagi bahwa pendidikan perkoperasian itu sangat penting. Tujuan FGD ini adalah menyempurnakan draf kurikulum agar selaras dengan kebijakan pendidikan nasional dan daerah, serta menghasilkan modul yang aplikatif,” ucapnya. (ndi)

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CLOSE ADS