
Kontributor | Adi Winarko
SEMARANG | MNNMEDIA.COM- Suasana Ramadhan menjadi momentum refleksi dalam dialog publik bertema “Momentum Memperkuat Toleransi dan Solidaritas Sosial” yang digelar di Pondok Pesantren Kebangsaan Tembalang, Kamis (27/2/2026). Kegiatan dikemas dalam bentuk podcast diskusi menghadirkan narasumber Dr. H. Muhammad Adnan, MA dari Nahdlatul Ulama dan Dr. H. KRAT. AM. Jumai, SE., MM dari Muhammadiyah.
Dialog tersebut menegaskan pentingnya merawat harmoni kebangsaan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia. Ramadhan dinilai tidak hanya mengajarkan ibadah personal, tetapi juga kepekaan sosial, pengendalian diri, serta empati terhadap sesama.
Dalam pemaparannya, Dr. Muhammad Adnan menjelaskan bahwa toleransi tidak boleh salah arah. Menurutnya, toleransi dalam Islam bukan mencampuradukkan akidah atau mengaburkan prinsip keimanan, melainkan menghormati pemeluk agama lain tanpa kehilangan jati diri. Prinsip lakum dînukum wa liya dîn menjadi dasar setiap pemeluk agama menjalankan keyakinannya masing-masing.
Di era digital, narasumber juga menyoroti meningkatnya tantangan toleransi akibat penyebaran ujaran kebencian dan provokasi di media sosial. Ramadhan diharapkan menjadi momentum menahan diri, termasuk dalam aktivitas bermedia sosial. Menjaga lisan dimaknai pula sebagai menjaga jari dan pikiran dari menyebarkan kebencian.
Selain itu, radikalisme dinilai tidak selalu muncul dalam bentuk kekerasan fisik, tetapi juga dalam sikap merasa paling benar dan menutup ruang dialog. Karena itu generasi muda perlu dibekali pemahaman agama yang moderat, inklusif, dan berorientasi pada kemaslahatan bersama.
Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan bahwa dakwah seharusnya mencerahkan, mencerdaskan, menggerakkan, dan menggembirakan. Mimbar keagamaan diharapkan menjadi ruang solusi sosial, bukan sumber perpecahan.
Para peserta dialog sepakat bahwa kemajuan Indonesia tidak hanya diukur dari pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kualitas akhlak sosial, keadilan, dan solidaritas antarwarga. Harmoni sosial dinilai menjadi modal penting menjaga persatuan serta memperkuat ketahanan bangsa.
Kegiatan ini diharapkan mampu mendorong masyarakat memperkuat toleransi, menjaga persaudaraan, serta membangun kehidupan berbangsa yang rukun dan berkeadaban.
Tidak ada komentar