TRENDING

Warga Sintang Keluhkan Sungai Payak Keruh Diduga Akibat PETI, Minta Aparat Segera Bertindak

2 menit membaca
M.Supadi
M.Supadi
Nasional, NEWS - 01 Nov 2025

Sintang, Kalimantan Barat | MNNMEDIA.COM Warga Desa Nanga Payak, Kecamatan Kayan Hulu, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, kini tengah menghadapi persoalan serius. Air Sungai Payak yang selama ini menjadi sumber kehidupan mereka berubah keruh dan berlumpur. Warga menduga penyebabnya adalah aktivitas tambang emas tanpa izin (PETI) di bagian hulu sungai.

Air yang dulu jernih dan segar kini tak lagi layak digunakan untuk mandi, mencuci, atau memasak. “Kami warga Nanga Payak sudah tidak bisa memakai air sungai lagi. Diduga di hulu ada kegiatan PETI yang membuat air tercemar. Tapi sampai sekarang belum ada tindakan dari aparat,” ujar Ujang (nama samaran), salah satu warga yang terdampak, Jumat (1/11/2025).

Warga berharap pemerintah dan aparat penegak hukum (APH) segera turun tangan untuk menertibkan aktivitas PETI yang merusak lingkungan tersebut. “Kami mohon ada langkah nyata dari aparat. Jangan hanya alasan cari makan, sementara kami harus menanggung akibatnya dengan air kotor setiap hari,” tambahnya.

Menurut penuturan warga, kondisi Sungai Payak dahulu sangat jernih, bahkan menjadi kebanggaan warga desa. Kini, air sungai berubah kecokelatan dan berbau tidak sedap. Situasi ini membuat masyarakat harus mencari sumber air lain untuk kebutuhan sehari-hari.

Warga juga berharap agar pemberitaan ini bisa menjadi perhatian bagi pihak berwenang di wilayah hukum Polsek Kayan Hulu dan Pemerintah Kabupaten Sintang untuk segera menindaklanjuti keluhan masyarakat.

Sumber: Warga Nanga Payak
Kontributor Kalbar: Abang Amrullah
Editor: Redaksi MNNMEDIA.COM

 

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CLOSE ADS