TRENDING

Produk Kreatif Jateng Ramaikan Inacraft, Tren Ramah Lingkungan Jadi Daya Tarik

2 menit membaca
Redaksi MNN Media
Redaksi MNN Media
DAERAH, Ekonomi, NEWS - 04 Okt 2025

Jurnalis: Yuanta

JAKARTA | MNNMEDIA.COM – Bazar kerajinan The Jakarta International Handicraft Trade Fair atau Inacraft 2025 masih berlangsung di Jakarta International Convention Center (JICC) hingga 5 Oktober. Paviliun Jawa Tengah tampil mencolok dengan deretan wastra dan kriya, serta produk-produk unik yang menonjolkan inovasi sekaligus keberlanjutan.

Salah satu yang menyedot perhatian pengunjung datang dari tangan kreatif Andhika Praditya, pemuda asal Solo. Ia mengolah papan skateboard rusak menjadi arloji, kacamata, hingga aksesori kecil. “Saya juga seorang atlet skateboard. Dari situ saya punya beberapa papan, dan di antaranya ada yang patah. Saya melihat kayunya dari maple yang kuat, dan punya keunikan warna,” ujarnya, Jumat (3/10/2025).

Awalnya hanya iseng membuat gantungan kunci dari skateboard bekas, kini produknya yang diberi label Loosewood justru menembus pasar luar negeri, terutama Eropa. “Nama produknya Loosewood, diambil dari teknik papan luncur. Sekarang produk saya diminati pasar luar negeri, terutama di Eropa, karena sedang tren upcycling barang bekas ramah lingkungan,” kata Andhika.

Produk Loosewood dipasarkan dengan harga variatif: Rp10 ribu–Rp50 ribu untuk aksesori kecil, hingga Rp300 ribu ke atas untuk kacamata. “Saya senang bisa ikut Inacraft. Harapannya produk kayu yang unik ini bisa lebih dikenal dan diterima,” ucapnya.

Dari Kendal, hadir Pramesthi Batik karya Widya Kandi Susanti. Ia menampilkan batik warna alam bersepuh perada, yang menurutnya lebih ramah lingkungan dan sejalan dengan tren pasar global. “Sekarang dunia sedang kembali ke alam, agar hidup tetap sehat dan lingkungan bersih. Itu yang paling disukai pelanggan kami, terutama dari Korea, Jepang, Belanda, bahkan Yugoslavia,” ujar Widya.

Produk batik ramah lingkungan itu dipatok mulai ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Widya berharap partisipasinya di Inacraft 2025 sekaligus menjadi bagian kampanye keberlanjutan hayati.

Daya tarik produk Jawa Tengah juga terasa di mata konsumen. Anna Ratna, warga Kabupaten Tangerang, mengaku terkesan dengan kualitas tas ecoprint asal Kendal. “Produknya bagus, jahitannya rapi, warnanya cerah. Itu yang membuat kami tertarik,” kata Anna, yang juga Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Tangerang.

Selain Loosewood dan Pramesthi Batik, paviliun Jawa Tengah yang didukung Dekranasda Jateng, Bank Jateng, dan Bank Indonesia menampilkan ragam kerajinan lain, mulai dari batik Pekalongan, tas ecoprint, kerajinan kerang, hingga hasil karya UMKM dari 35 kabupaten/kota se-Jawa Tengah.

Gelaran Inacraft menjadi etalase penting bagi produk kerajinan Jateng untuk memperkuat posisinya di pasar global, terutama ketika tren keberlanjutan dan produk ramah lingkungan semakin menjadi tuntutan konsumen dunia.

 

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CLOSE ADS