
Laporan : Angger S
SEMARANG|MNNMEDIA.COM – SMP Negeri 5 Semarang resmi menjalin kerja sama dengan Pemuda Katolik Komisariat Cabang (Komcab) Kota Semarang melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) tentang penyediaan fasilitator pendamping bagi siswa-siswi Katolik. Penandatanganan dilakukan di Ruang Kepala Sekolah SMP N 5 Semarang oleh Kepala Sekolah Drs. Nanang Sungkowo dan Ketua Pemuda Katolik Komcab Kota Semarang, Yohanes M. Arung Palaga, S.I.P.
Acara turut dihadiri jajaran Pengurus Pemuda Katolik Komcab Kota Semarang serta Pengurus Komda Jawa Tengah yang dipimpin Ketua Pemuda Katolik Komda Jateng, Petrus Bangkit Priyo Nugroho. MoU ini menjadi momentum penting bagi upaya menghadirkan kegiatan pendampingan ekstrakurikuler Katolik, khususnya dalam pelaksanaan pembinaan setiap hari Jumat.
“Kami siap memberikan motivasi agar para siswa bertumbuh tidak hanya secara intelektual, tetapi juga dalam iman, karakter, serta semangat katolisitas meski berada di sekolah negeri,” ujar Dafa, salah satu fasilitator.
Sejalan dengan kerja sama ini, Uskup Agung Semarang Mgr. Robertus Rubiyatmoko dalam berbagai kesempatan menegaskan bahwa pendidikan merupakan bagian dari misi Gereja untuk membentuk kaum muda yang matang dalam iman serta berkarakter kuat. Pendidikan iman dinilai tidak dapat dipisahkan dari pendidikan formal, sehingga kehadiran Gereja dalam proses pendampingan menjadi sangat penting.
Dalam refleksi Gereja tentang pendidikan, pesan yang sering dikaitkan dengan ajaran Paus Leo XIII kembali ditegaskan, bahwa pendidikan Kristiani harus membentuk manusia secara utuh akal budi, hati, serta tindakan—bukan hanya sebatas penguasaan pengetahuan, tetapi juga pembentukan nilai kebenaran, martabat, dan kesucian hidup.
Ketua Pemuda Katolik Komda Jateng, Petrus Bangkit Priyo Nugroho, menyampaikan bahwa program ini sejalan dengan tiga fokus aksi Pemuda Katolik: Aksi Ekologis, Aksi Pendidikan, dan Aksi Kebermanfaatan Sosial.
“Pendampingan siswa Katolik ini merupakan wujud nyata Aksi Pendidikan. Kami ingin menghadirkan ruang perjumpaan yang kokoh bagi generasi muda agar tetap memiliki semangat katolisitas meski berada di sekolah negeri,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMPN 5 Semarang, Drs. Nanang Sungkowo, memberikan apresiasi atas terwujudnya kerja sama tersebut.
“Kami sangat berterima kasih. Pendampingan ini sangat diperlukan, terutama pada kegiatan setiap hari Jumat. Kami ingin memastikan semua siswa, termasuk yang beragama Katolik, mendapat layanan pendidikan yang inklusif dan sesuai kebutuhan mereka,” ujarnya.
Program pendampingan iman ini akan mulai dilaksanakan pada Tahun Ajaran Baru 2025/2026, yakni pada Januari 2026. Kolaborasi ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat formasi iman dan karakter siswa Katolik di lingkungan sekolah negeri.(..)
Tidak ada komentar