TRENDING

Sendirian di Jalur Padat Bawen-Salatiga” Remaja 15 Tahun Nyaris Bahaya Polisi Bertindak Cepat!!

2 menit membaca
M.Supadi
M.Supadi
DAERAH, NEWS - 28 Nov 2025

AMBARAWA |MNNMEDIA.COM- Seorang anak laki-laki berusia 15 tahun ditemukan berjalan sendirian di jalur utama Bawen–Salatiga, kawasan Kecamatan Tuntang, pada Kamis (27/11/2025). Kondisinya yang berjalan ke tengah jalan membuat seorang warga, D. Subagyo (51), resah dan segera menghentikan laju sepeda motornya demi mencegah hal yang tidak diinginkan.

Subagyo, warga Panjang, Ambarawa, mengaku melihat remaja tersebut berjalan mengarah ke Semarang dalam kondisi membahayakan keselamatannya.

“Anaknya berjalan agak ke tengah jalan. Saya khawatir terjadi sesuatu, jadi saya berhenti dan menanyakan mau ke mana,” ungkapnya saat memberikan keterangan di Polsek Ambarawa.

Anak tersebut kemudian mengaku bernama Pradievta, warga Kota Semarang yang hendak kembali ke pondok pesantren di wilayah Ambarawa. Subagyo pun memboncengnya menuju kota Ambarawa. Namun, setibanya di Pasar Projo, keterangan remaja itu berubah-ubah sehingga membuat Subagyo curiga dan memutuskan membawa yang bersangkutan ke Polsek Ambarawa karena hari juga mulai gelap.

Polsek Koordinasi dengan Rumah Singgah

Kapolsek Ambarawa, AKP Ririh Widhiastuti, S.H., M.H., membenarkan adanya penyerahan seorang anak laki-laki oleh warga setempat.

Pihaknya sempat menanyakan alamat rumah, namun Pradievta hanya menyebut “Kota Semarang” tanpa keterangan jelas.

“Karena tidak ada kejelasan, kami berkoordinasi dengan rumah singgah Dinas Sosial. Dievta kami titipkan di rumah singgah Ambarawa,” jelas Kapolsek, Jumat (28/11/2025).

Keluarga Menjemput Setelah Informasi Diumumkan

Melalui penyebaran informasi di media sosial dan jaringan WhatsApp, Polsek Ambarawa bersama jajaran Polres Semarang akhirnya berhasil menemukan keluarga Pradievta. Remaja itu dijemput pihak keluarga pada Jumat siang dengan membawa Kartu Keluarga asli dan didampingi perangkat lingkungan.

“Dievta sudah kami serahkan ke keluarga. Mereka datang ke Polsek, kemudian bersama-sama menuju rumah singgah,” tegas AKP Ririh.

Dari keterangan keluarga, diketahui bahwa Pradievta meninggalkan rumah pada Rabu (26/11/2025) tanpa memberi tahu tujuan kepergiannya.

Kapolsek Imbau Orang Tua Tingkatkan Pengawasan

AKP Ririh mengimbau masyarakat Kabupaten Semarang untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas putra-putrinya.

“Jika anak belum pulang pada jam seharusnya, segera cek ke teman-temannya atau laporkan ke kantor polisi terdekat,” pesannya.(..)

 

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CLOSE ADS