TRENDING

Dibantu Alsintan, Petani Rembang Tenang Hadapi Ancaman El-Nino Godzilla

2 menit membaca
Redaksi MNN Media
DAERAH, Ekonomi - 21 Mei 2026

REMBANG, MNNMEDIA.COM – Petani Desa Mojorembun, Kecamatan Kaliori, optimistis masih bisa tandur padi di tengah prediksi kemarau panjang, akibat El Nino Godzilla yang akan melanda Indonesia.

Harapan itu diteguhkan dengan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) dari pemerintah, yang memudahkan irigasi serta percepatan tanam.

Anggota Kelompok Tani Budi Luhur, Karyono mengatakan kini petani di Mojorembun bisa menanam padi tiga kali dalam setahun. Sebelumnya, lahan pertanian di wilayah itu hanya mampu ditanami padi satu kali.

Menurutnya, Kelompok tani tersebut beranggotakan 80 petani, dengan luas lahan sekitar 35 hektare, yang mampu memproduksi 7–7,5 ton per hektare.

“Mampu dua kali tanam saja itu kalau curah hujan tinggi. Alhamdulillah, sejak mendapat bantuan irpom (irigasi perpompaan) dari pemerintah pusat, petani di sini bisa merasakan panen tiga kali,” ujarnya, Kamis (21/5/2026).

Karyono menambahkan, kelompoknya telah beberapa kali menerima bantuan alsintan dari pemerintah pusat, provinsi, hingga kabupaten.

“Alhamdulillah, belum begitu terpengaruh kemarau panjang, karena hampir satu minggu sekali masih ada hujan. Kami dari pengurus akan memanfaatkan bantuan irpom dari sungai ke lahan-lahan yang siap diolah tanahnya,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distannak) Jateng Defransisco Dasilva Tavares menuturkan tidak menampik potensi dampak cuaca kering atau El Nino terhadap target produksi padi 10,5 juta ton pada akhir 2026. Karena itu, pihaknya menyusun sejumlah langkah strategis.

Menurutnya, Meski memasuki musim kemarau, pada beberapa daerah hujan masih turun. Hal ini membuat sejumlah petani percaya diri untuk kembali menanam padi, terlebih didukung bantuan irigasi.

“Langkah pertama percepatan masa tanam, penggunaan sistem sepur begitu panen langsung disambung tanam setelah tanah diolah. Koordinasi dengan BBWS dan PSDA juga dilakukan untuk mengecek lokasi yang kering terlebih dahulu, penanaman varietas tahan cuaca kering, serta pengawalan terhadap hama dan perubahan iklim,” ucapnya.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CLOSE ADS