TRENDING

Pengambilan Batu Ginjal, Battra Supranatural Nusantara Terapkan Relaksasi Gendam Jawa

2 menit membaca
Redaksi MNN Media
DAERAH, Kesehatan - 29 Apr 2026

SEMARANG, MNNMEDIA.COM – Praktik pengobatan tradisional yang dilakukan Battra Supranatural Nusantara menerapkan terapi relaksasi hingga pengambilan batu ginjal. Dalam praktik proses penyembuhan diawali dengan relaksasi yang dikenal sebagai gendam jawa.

Terapis Suwarno Jati Wibowo
alias Mbah Warno mengatakan, Metode ini bertujuan menenangkan kondisi pasien agar tubuh lebih reseptif terhadap proses terapi dan melalui relaksasi tersebut terapis dapat lebih cepat mengidentifikasi gangguan kesehatan yang dialami pasien.

“Baik yang bersifat medis seperti batu ginjal maupun yang diyakini berasal dari faktor nonmedis. Relaksasi ini membantu mempercepat penerimaan terapi oleh tubuh dan sehingga proses identifikasi penyakit bisa lebih akurat dan penanganan menjadi lebih cepat,” ujarnya, di Semarang, Rabu (29/4/2026).

Menurutnya, Setelah tahap relaksasi terapi dilanjutkan dengan proses yang disebut sebagai pengambilan batu ginjal. Dalam praktiknya terapis terlebih dahulu menyemprotkan cairan yang disebut sebagai antiseptik ke area tubuh pasien.

“Kemudian melakukan tindakan yang menyerupai pembedahan menggunakan alat seperti pisau bedah dan batu ginjal dapat dikeluarkan dari tubuh pasien dengan pendekatan energi supranatural, tanpa melalui prosedur medis konvensional,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Umum Battra Supranatural Nusantara Agus Surawan atau mbah Warno menuturkan bahwa keberadaan Battra memiliki dasar historis dan regulasi yang jelas.

“Embrio organisasi pengobat tradisional ini mulai mendapat perhatian pemerintah sejak terbitnya regulasi dari Kementerian Kesehatan pada 2003,” ujarnya.

Menurutnya, Pada saat itu pemerintah mulai mengakomodasi keberadaan pengobat tradisional dalam satu wadah termasuk beragam praktik seperti akupunktur, herbal, hingga metode berbasis kebatinan masuk dalam kategori tersebut

“Tidak semua metode dapat diterima dalam ranah medis konvensional. Oleh karena itu, Battra hadir sebagai organisasi yang mewadahi praktik pengobatan tradisional, termasuk yang berbasis supranatural,” terangnya.

Mbah Warno menambahkan, Secara kelembagaan Battra juga memiliki sistem rekomendasi bagi praktisi yang ingin membuka praktik.

Rekomendasi tersebut, lanjut mbah warno, menjadi dasar untuk memperoleh Surat Terdaftar Penyehat Tradisional (STPT) sebagai legalitas praktik bagi tenaga pengobat tradisional, setara dengan Surat Izin Praktik (SIP) bagi tenaga medis.

“Hingga kini tercatat sebanyak 474 anggota Battra telah terdaftar secara resmi. Kantor sekretariat Dewan Pimpinan Pusat Battra Supranatural Nusantara berada di kawasan Jatingaleh, Kota Semarang,” ucapnya. (ndi)

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CLOSE ADS