TRENDING

Internet Gratis Gubernur Luthfi, Dongkrak Wisata & UMKM Desa Blankspot

2 menit membaca
Redaksi MNN Media
Redaksi MNN Media
Business, DAERAH, Ekonomi - 04 Okt 2025

KLATEN | MNNMEDIA.COM — Program internet gratis yang digulirkan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi terbukti bukan sekadar jargon digitalisasi. Di Desa Wisata Balerante, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, jaringan Wi-Fi publik kini mengubah wajah ekonomi desa yang lama terjebak di area blankspot.

Data terbaru menunjukkan, jumlah kunjungan wisata Kalitalang melonjak drastis. Dari 59 ribu wisatawan pada 2024, angka itu menembus 125 ribu orang hanya dalam sembilan bulan pertama 2025. Lonjakan hampir dua kali lipat ini dipicu oleh hadirnya layanan internet gratis berkecepatan 20 Mbps, yang tidak hanya mendukung transaksi digital lewat QRIS, tapi juga memperluas promosi UMKM dan destinasi wisata lokal.

“Internet adalah motor penggerak perekonomian di era digital. Kami ingin desa wisata, desa blankspot, hingga desa rawan bencana punya akses yang sama,” tegas Kepala Diskominfo Jateng, Agung Hariyadi, saat meninjau jaringan internet di Balerante, Jumat (3/10).

Menurut Agung, sepanjang 2025 Pemprov Jateng sudah memfasilitasi 327 desa, terdiri dari 195 desa blankspot, 50 desa wisata, 50 desa miskin ekstrem, dan 32 desa rawan banjir. Target ambisius dipasang: seluruh desa blankspot di Jawa Tengah tersambung internet pada 2029.

Dampak ekonomi terasa nyata. Ketua Pengelola Wisata Kalitalang, Jainu, mengungkapkan, sebelum ada Wi-Fi, banyak anak muda enggan berbelanja karena tidak tersedia pembayaran non-tunai. Kini, warung kopi dan lapak warga ikut kecipratan rezeki dari wisatawan yang lebih betah berlama-lama.

“Wisatawan mampir, tambah kopi, tambah makan. Transaksi meningkat. Ini nyata membantu warga,” ujarnya.

Penyedia layanan internet, Zizik Mudiono, menambahkan, pemasangan jaringan di Kalitalang cukup menantang karena harus menarik kabel fiber optik sepanjang 5 km dan menambah 11 tiang baru. Namun hasilnya sepadan: radius layanan 150 meter dengan stabilitas jaringan yang mendukung pembayaran digital, promosi via Instagram, TikTok, hingga YouTube.

Bukan hanya wisatawan lokal, turis mancanegara juga merasakan manfaat. Fazli, pengunjung asal Pakistan, menilai fasilitas Wi-Fi publik memudahkan transaksi nontunai. “Sekarang semua bisa dilakukan dengan pembayaran digital. Koneksi internetnya cepat, ini sangat membantu turis asing,” katanya.

Program internet gratis ini menjadi bukti bahwa infrastruktur digital tidak hanya soal konektivitas, tetapi juga instrumen ekonomi. Di tengah tren pembayaran digital dan promosi wisata berbasis media sosial, langkah Pemprov Jateng membuka akses internet desa blankspot jelas menjadi investasi masa depan.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CLOSE ADS