
SEMARANG, MNNMEDIA.COM – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 4 Semarang mencatat tren positif dalam peningkatan keselamatan di perlintasan sebidang.
Pada Triwulan I 2026, jumlah kejadian di perlintasan tercatat sebanyak 6 kejadian, menurun dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebanyak 8 kejadian dan tahun 2024 sebanyak 10 kejadian di seluruh wilayah Daop 4 Semarang.
Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif mengatakan bahwa KAI prihatin bahwa masih terjadi kecelakaan di perlintasan sebidang. Daop 4 akan terus berupaya melakukan upaya preventif dengan langsung sosialisasi ke pengguna jalan ataupun masyarakat.
“Penurunan jumlah kejadian ini menjadi indikator positif bahwa upaya edukasi dan sosialisasi keselamatan yang dilakukan secara berkelanjutan,” ujarnya, Senin (13/4/2026).
Menurutnya, Dari total 6 kejadian pada Triwulan I 2026, tercatat 5 orang meninggal dunia serta 2 orang mengalami luka berat. Sementara itu, pada Triwulan I 2025 dengan 8 kejadian, tercatat 5 orang meninggal dunia, 1 orang luka berat, 1 orang luka ringan, dan 1 orang selamat.
“Adapun pada Triwulan I 2024 dengan 10 kejadian, tercatat 5 orang meninggal dunia, 4 orang luka berat, dan 5 orang luka ringan,” jelasnya.
Luqman menuturkan, Langkah sederhana ini perlu menjadi kebiasaan bersama. Kewaspadaan dan kedisiplinan adalah kunci utama dalam menjaga keselamatan di perlintasan sebidang.
Luqman menambahkan, Kedepan KAI Daop 4 Semarang akan terus memperkuat kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan guna meningkatkan keselamatan serta menciptakan lingkungan perlintasan yang aman dan tertib.
“Keselamatan merupakan prioritas utama. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan kepedulian dan disiplin demi keselamatan bersama,” ucapnya.
Tidak ada komentar