TRENDING

Dari Dermaga ke Sanad Rasulullah: Bripda Salma, Srikandi Polda Jawa Tengah Dalami Qira’at Sab’ah di Tengah Tugas Negara

3 menit membaca
M.Supadi
M.Supadi
DAERAH, NEWS - 02 Mar 2026

Semarang |Mnnmedia.com – Bulan suci Ramadan menjadi momentum istimewa bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah dan memperdalam pemahaman Al-Qur’an. Semangat itu pula yang ditunjukkan oleh Bripda Salma Maria Naifa, Polwan angkatan 55 Tahun 2024 yang kini berdinas di Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Jawa Tengah.

Lulus melalui jalur Rekrutmen Proaktif (Rekpro) Hafidz Al-Qur’an, Bripda Salma telah mengantongi hafalan 30 juz sejak masa sekolah. Namun, capaian tersebut tidak membuatnya berhenti belajar. Di tengah kesibukan tugas sebagai polisi perairan, ia justru memperdalam cabang ilmu Al-Qur’an yang lebih spesifik, yakni Qira’at Sab’ah.

Qira’at Sab’ah merupakan disiplin ilmu yang mempelajari tujuh variasi bacaan Al-Qur’an yang memiliki sanad bersambung hingga Rasulullah SAW. Ilmu ini menuntut ketelitian tinggi dalam pelafalan, tajwid, serta pemahaman perbedaan riwayat bacaan.

“Saya ingin mendalami ilmu Al-Qur’an yang bersanad sampai Rasulullah SAW agar ilmunya terus terjaga dan tidak hilang. Dengan memahami perbedaan tersebut, umat dapat terhindar dari sikap saling menyalahkan karena ketidaktahuan,” ujar Bripda Salma.

Meski berdinas dari Senin hingga Jumat, ia tetap konsisten menimba ilmu setiap akhir pekan. Setiap pekan, Bripda Salma menyetorkan hafalan Qira’at Sab’ah di Pondok Pesantren Pondok Pesantren At-Taufiiqiyyah yang berlokasi di Brabo, Tanggungharjo, Grobogan, Jawa Tengah.
Di pesantren tersebut, ia dibimbing langsung oleh pengasuh pondok, Zaenal Arifin. Proses pembelajaran dilakukan secara rutin melalui metode setoran hafalan untuk memastikan setiap bacaan sesuai kaidah dan sanad yang benar.
“Tantangannya tentu membagi waktu setelah berdinas untuk menyiapkan setoran. Tapi saya niatkan untuk mengisi hari libur dengan hal yang bermanfaat,” tuturnya.

Baginya, profesi sebagai anggota Polri tidak menjadi penghalang untuk terus menjaga kedekatan dengan Al-Qur’an. Justru, menurutnya, keseimbangan antara tugas negara dan kewajiban spiritual menjadi fondasi penting dalam menjalani kehidupan.

“Semoga ilmu yang saya pelajari bermanfaat dan bisa menjadi motivasi bahwa dalam bekerja kita tidak hanya mencari bekal dunia, tetapi juga menyiapkan bekal untuk akhirat,” tambahnya.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Artanto menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan ketekunan anggotanya. Ia menilai, pengembangan kapasitas diri, baik secara profesional maupun spiritual, merupakan bagian dari pembentukan karakter personel Polri yang utuh.

“Kami bangga dengan anggota yang terus meningkatkan kapasitas diri, termasuk dalam bidang keagamaan. Keteladanan seperti ini menunjukkan bahwa profesionalisme dan nilai-nilai spiritual dapat berjalan beriringan,” ungkapnya.

Kisah Bripda Salma menjadi gambaran bahwa di balik tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, terdapat komitmen pribadi untuk terus belajar dan menguatkan nilai-nilai keimanan. Menjaga perairan adalah amanah negara, sementara menjaga Al-Qur’an adalah amanah iman — dan keduanya dapat berjalan beriringan dengan penuh tanggung jawab.[Agus Riyanto]

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CLOSE ADS