
PEKALONGAN | MNNMEDIA.COM _ Maraknya keberadaan sejumlah “Warung Aceh” di wilayah Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, menuai keresahan masyarakat. Pasalnya, warung yang berkedok menjual sembako tersebut diduga memperjualbelikan obat-oba
tan keras daftar G secara bebas dan ilegal.
Berdasarkan aduan warga, penjualan obat keras seperti Tramadol, Eximer, Yarindo, dan Trihexyphenidyl disebut berlangsung secara terang-terangan, bahkan hingga larut malam. Kondisi ini dinilai sangat meresahkan, terutama bagi para orang tua yang khawatir anak-anak remaja mereka menjadi korban penyalahgunaan obat-obatan tersebut.
Tim awak media yang melakukan penelusuran ke sejumlah titik di wilayah Kota dan Kabupaten Pekalongan menemukan dugaan aktivitas penjualan obat keras di beberapa lokasi. Salah satu warung yang disorot berada di Jalan Raya Tirto, Desa Pacar, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, serta di kawasan Pantura Pekalongan.
Warga menyebut, praktik ini berdampak negatif terhadap kalangan pelajar dan remaja di bawah umur yang dengan mudah mendapatkan obat-obatan tersebut tanpa pengawasan medis. Situasi ini dikhawatirkan dapat merusak generasi muda sebagai penerus bangsa.
Selain itu, beredar informasi di masyarakat yang menyebut adanya dugaan keterlibatan oknum aparat dalam membekingi aktivitas tersebut. Informasi ini perlu ditelusuri dan dibuktikan melalui proses hukum oleh aparat penegak hukum yang berwenang.
Secara hukum, peredaran obat keras tanpa izin dapat dijerat dengan Pasal 196 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, dengan ancaman pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda sesuai ketentuan yang berlaku.
Masyarakat berharap aparat penegak hukum, termasuk Polres Pekalongan, BNN, Denpom/Pomdam Jawa Tengah, serta Polda Jateng dapat segera melakukan penyelidikan dan penindakan tegas terhadap pihak-pihak yang terlibat, apabila terbukti melanggar hukum.
Sebagai bagian dari fungsi kontrol sosial, tim media menyatakan akan terus memantau dan mengawal perkembangan kasus ini demi terciptanya lingkungan yang aman dan sehat bagi generasi muda di Jawa Tengah.
(Christiani & Tim)
Tidak ada komentar