
PACITAN | MNNMEDIA.COM
Pusat Bantuan Hukum (Pusbakum) UIN Salatiga tak sekadar mencari udara segar. Pacitan, Jawa Timur, dipilih sebagai ruang jeda sekaligus ruang tempur intelektual dalam agenda capacity building selama dua hari, Jumat–Sabtu (16–17 Januari 2026).
Sebanyak 36 pengurus dan anggota Pusbakum digembleng untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia, meneguhkan soliditas internal, sekaligus menyelaraskan arah kerja lembaga bantuan hukum di tengah tantangan hukum yang makin kompleks.
Kepala Pusbakum UIN Salatiga, KH M. Yusuf Khumaini, S.H.I., M.H., C.M., menegaskan bahwa kegiatan ini bukan agenda rekreasi tahunan, melainkan investasi kualitas bagi lembaga.
“Capacity building ini kami rancang sebagai sarana penyegaran sekaligus pendalaman kemampuan teknis anggota, khususnya dalam pelayanan dan pendampingan hukum kepada masyarakat,” tegas Yusuf.
Menurutnya, dinamika persoalan hukum menuntut Pusbakum untuk bergerak lebih cepat, lebih presisi, dan lebih berintegritas. Profesionalitas bukan lagi pilihan, melainkan keharusan.
“Pusbakum harus hadir sebagai lembaga yang responsif, profesional, dan berorientasi pada keadilan bagi masyarakat pencari keadilan,” tandasnya.
Hal senada disampaikan Sekretaris Pusbakum UIN Salatiga, Nurrun Jamaludin, S.H.I., M.H.I., C.M., SHEL. Ia menyebut, desain kegiatan disusun seimbang antara penguatan materi, spiritualitas, dan kebersamaan.
“Selain kegiatan luar ruang, agenda kami isi dengan mujahadah, rapat kerja, serta penguatan materi pelayanan dan pendampingan hukum agar kinerja Pusbakum semakin optimal,” ujar Jamal, yang juga pendiri Yayasan Jallu Nusantara Indonesia.
Jamal menekankan, kesamaan visi dan komitmen menjadi fondasi utama layanan hukum yang berkeadilan. Ia berharap seluruh peserta pulang dengan satu tujuan: meningkatkan kualitas layanan dan menjaga etika pendampingan hukum.
Dalam sesi inti, peserta mendapatkan penguatan materi Pelayanan dan Pendampingan Hukum, meliputi pemahaman prosedur bantuan hukum, etika profesi, hingga peran strategis Pusbakum dalam pendampingan litigasi maupun non-litigasi.
Kebersamaan dirawat lewat mujahadah, fun games, serta jelajah alam Pacitan. Pantai Watu Karung dan Sungai Maroon menjadi saksi refleksi dan penguat ikatan antarpengurus. Agenda ditutup dengan rapat kerja internal sebelum rombongan kembali ke Salatiga.
Melalui kegiatan ini, Pusbakum UIN Salatiga menegaskan satu sikap: siap meningkatkan mutu pelayanan hukum dengan soliditas internal yang kuat, profesionalitas tinggi, dan keberpihakan nyata pada keadilan masyarakat. (*)
Tidak ada komentar