TRENDING

Sentuhan Sehat di Milad ke-8 KTPI, Totok Punggung Gratis Bikin 70 Warga Pudakpayung Merasakan Manfaatnya

2 menit membaca
M.Supadi
M.Supadi
DAERAH, NEWS - 17 Jan 2026

SEMARANG | MNNMEDIA.COM – Semangat pengabdian dan kepedulian terhadap kesehatan masyarakat kembali ditunjukkan Komunitas Terapis Pijat Indonesia (KTPI). Dalam rangka memperingati Milad ke-8, KTPI menggelar kegiatan bakti sosial (baksos) totok punggung gratis bagi warga, yang berlangsung sukses di Kelurahan Pudakpayung, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, Minggu (16/1)
Mengusung slogan “Getarkan Jari, Sehatkan Negeri”, kegiatan ini disambut antusias masyarakat. Tercatat 70 warga dari berbagai kalangan merasakan langsung manfaat terapi totok punggung yang dikenal mampu membantu melancarkan peredaran darah, meredakan pegal, hingga meningkatkan kebugaran tubuh.

Ketua panitia kegiatan menyampaikan bahwa baksos ini merupakan wujud nyata komitmen KTPI untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya sebagai komunitas profesi, tetapi juga sebagai mitra kesehatan masyarakat.
“Milad ke-8 ini kami maknai dengan berbagi manfaat. Totok punggung adalah terapi sederhana, aman, dan bisa dirasakan langsung khasiatnya.

Kami ingin masyarakat merasakan sentuhan sehat dari para terapis KTPI,” ujarnya.
Kegiatan baksos melibatkan sejumlah terapis berpengalaman yang tergabung dalam KTPI. Seluruh layanan diberikan gratis, dengan tetap memperhatikan kenyamanan dan keamanan peserta.

Salah satu warga Pudakpayung mengaku sangat terbantu dengan adanya kegiatan tersebut.
“Badannya jadi ringan, pegal-pegal berkurang. Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat, apalagi gratis,” ungkapnya usai menjalani terapi.
Selain layanan terapi, kegiatan Milad ke-8 KTPI ini juga menjadi ajang silaturahmi antaranggota, sekaligus sarana edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan melalui terapi tradisional yang tepat dan profesional.

KTPI berharap, di usia yang semakin matang ini, komunitasnya dapat terus berkembang, semakin solid, dan konsisten berkontribusi dalam mendukung kesehatan masyarakat Indonesia.
“Getarkan jari bukan sekadar terapi, tapi bentuk pengabdian untuk negeri,” pungkas panitia.

Laporan :Adi Winarko

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CLOSE ADS