TRENDING

Asyik Bermain Berujung Duka, Bocah 8 Tahun di Demak Meninggal Tenggelam

2 menit membaca
M.Supadi
M.Supadi
DAERAH, NEWS - 15 Jan 2026

DEMAK | MNNMEDIA.COM – Seorang bocah berusia 8 tahun dilaporkan meninggal dunia akibat tenggelam saat bermain di Sungai Midah, Desa Mlaten, Kecamatan Mijen, Kabupaten Demak, Kamis (15/1/2026).
Korban diketahui bernama Muhammad Syaifudin, siswa kelas II sekolah dasar, warga Desa Banteng Mati, Kecamatan Mijen, Kabupaten Demak.

Peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 10.00 WIB. Saat itu, korban bermain air di sungai bersama beberapa temannya. Berdasarkan keterangan saksi Wihastanto (47), seorang tukang bangunan yang berada di sekitar lokasi, korban sempat terlihat ikut bermain sebelum akhirnya menghilang dari pengawasan.

“Setelah selesai bermain, teman-temannya tidak melihat korban. Hanya sepeda milik korban yang tertinggal di sekitar lokasi,” ungkap saksi.
Menyadari korban tidak ditemukan, teman-teman korban sempat melakukan pencarian secara mandiri. Namun hingga pukul 12.00 WIB, korban belum juga ditemukan. Mereka kemudian meminta bantuan warga sekitar untuk melakukan pencarian lanjutan.

Sekitar pukul 14.00 WIB, korban akhirnya ditemukan dan langsung dibawa ke Bidan Desa setempat. Setelah dilakukan pemeriksaan medis, korban dinyatakan telah meninggal dunia.
Kasi Humas Polres Demak, Iptu Said Nu’man Murod, mengatakan pihak kepolisian menerima laporan kejadian tersebut melalui layanan call center 110 dan segera menindaklanjutinya dengan mendatangi tempat kejadian perkara (TKP).

“Petugas Samapta Polres Demak langsung melakukan pemeriksaan di TKP. Dari hasil pemeriksaan, korban meninggal dunia akibat tenggelam dan tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan,” jelasnya.
Lebih lanjut, pihak kepolisian mengimbau para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak, khususnya di musim hujan.

“Debit air sungai meningkat dan arus menjadi lebih deras saat musim hujan. Kondisi ini sangat berbahaya bagi anak-anak. Kejadian seperti ini hampir terjadi setiap tahun,” tegas Iptu Said.
Ia menambahkan, peran orang tua dan lingkungan sekitar sangat penting dalam mencegah kejadian serupa terulang kembali.
“Pengawasan yang baik diharapkan dapat melindungi anak-anak kita dari kejadian yang tidak diinginkan,” pungkasnya.(..)

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CLOSE ADS