
KAB.PEKALONGAN | MNNMEDIA.COM – Kompetisi Liga Desa Jawa Tengah di Pekalongan diwarnai protes keras dari tim Kabupaten Semarang. Mereka menuding adanya pelanggaran aturan domisili pemain oleh tim Desa Pakis Putih, Pekalongan, yang dinilai mencederai prinsip sportivitas turnamen.
Ketua Paguyuban Kepala Desa (Kades) Hamong Projo Kabupaten Semarang, Samsudin, akrab disapa Doyok, menyatakan kekecewaannya terhadap panitia dan tim lawan. Ia menyebut terdapat indikasi kuat manipulasi data kependudukan pemain.
“Kami sangat kecewa. Sesuai kesepakatan awal pada Technical Meeting, seluruh pemain wajib berdomisili di desa setempat minimal selama dua tahun. Namun, kenyataannya berbanding terbalik,” tegas Samsudin, Rabu (7/1/2026).
Menurut dia, praktik tersebut bertentangan dengan tujuan awal Liga Desa yang digagas Kementerian Desa, yakni menggali potensi pemuda lokal desa, baik di bidang olahraga maupun penggerak desa wisata. “Jangan sampai visi mulia Menteri Desa untuk membina talenta lokal dicederai oleh oknum atau desa yang hanya mengejar prestasi instan dengan menggunakan pemain luar,” katanya.
Keberatan serupa disampaikan Kepala Desa Banyubiru sekaligus Official Team Banyubiru FC, Sri Anggoro Siswaji. Ia mengaku telah melayangkan surat resmi kepada panitia dengan melampirkan hasil pemindaian data kependudukan dari Disdukcapil Provinsi Jawa Tengah.
“Berdasarkan data Disdukcapil Jateng, sekitar 90 persen pemain dari tim Pekalongan tersebut baru terdaftar pindah ke desa setempat pada 30 Desember 2025. Bahkan, ada pemain yang datanya tidak tercatat sama sekali di sistem,” ungkap Sri Anggoro.
Ia menilai pelanggaran ini termasuk berat karena bertentangan dengan kesepakatan dalam koordinasi virtual sebelum kompetisi dimulai. Aturan domisili dua tahun, kata dia, dimaksudkan agar Liga Desa menjadi ajang pembinaan bakat asli daerah, bukan kompetisi yang dimenangkan melalui mutasi pemain mendadak.
Atas temuan itu, tim Kabupaten Semarang mendesak panitia Liga Desa Jateng 2026 mengambil langkah tegas, termasuk kemungkinan diskualifikasi bagi tim yang terbukti melanggar aturan administrasi, demi menjaga integritas turnamen.
Sementara itu, Panitia Pelaksana Liga Desa Jateng 2026, Haryanto, enggan memberikan tanggapan. “Saya hanya panitia pelaksana mas gak bisa memberikan tanggapan,” ujarnya melalui pesan WhatsApp.
Hingga berita ini diturunkan, pihak official tim Desa Pakis Putih belum memberikan keterangan resmi atas tudingan tersebut. (*)
Tidak ada komentar