
KENDAL | MNNMEDIA.COM – Kisah memilukan datang dari Dusun Songopuro, Desa Bebengan, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal. Dua kakak beradik ditemukan dalam kondisi lemas setelah hampir sebulan menunggui jenazah ibu mereka tanpa makan, hanya bertahan hidup dengan air putih.
Kedua perempuan itu diketahui bernama Putri Setya Gita Pratiwi (23) dan Intan Ayu Sulistyowati (19). Mereka ditemukan warga pada Sabtu (1/11/2025) setelah bau menyengat tercium dari rumah yang terkunci rapat. Saat pintu didobrak, warga mendapati ibu mereka, Setyaningsih (51), telah meninggal dunia dalam kondisi membusuk.
Pegang Wasiat Ibu, Tak Ingin Merepotkan Siapa Pun
Menurut pengakuan Putri, semua berawal ketika ibunya jatuh sakit pada awal Oktober. Sang ibu sempat berpesan agar anak-anaknya tidak merepotkan tetangga.
“Ibu bilang jangan merepotkan orang lain. Sejak itu kami tidak keluar rumah, hanya minum air putih,” ungkap Putri lemah di ruang perawatan RS Muhammadiyah Boja, Senin (3/11/2025).
Setyaningsih meninggal dunia pada 13 Oktober 2025. Putri dan adiknya tetap menunggu di dalam rumah, menjaga jenazah dengan harapan bisa mengurus sendiri. Mereka menutup pintu rapat-rapat dan tidak berkomunikasi dengan siapa pun.
Awal Terungkap dari Bau Menyengat dan Banyaknya Lalat
Kepala Desa Bebengan, Wastoni, menyampaikan bahwa keluarga ini sebelumnya dikenal tertutup, namun tergolong mampu secara ekonomi.
“Warga mencium bau tidak sedap, melihat banyak lalat di jendela, lalu memutuskan mendobrak pintu. Ternyata ibunya sudah meninggal, dua anaknya lemas di samping jenazah,” jelasnya.
Jenazah Setyaningsih akhirnya dimakamkan warga, sementara kedua anaknya segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapat pertolongan medis.
Kondisi Mulai Stabil, Namun Masih Trauma
Dokter Arfa Bima F dari RS Muhammadiyah Boja menjelaskan, kedua pasien mengalami dehidrasi berat namun kadar gula darah masih normal.
“Secara fisik sudah membaik, tetapi psikisnya masih labil dan perlu penanganan lanjut. Mereka akan dikonsultasikan ke psikiater,” ujar dr. Arfa.
Pemkab Kendal Siapkan Perawatan dan Pelatihan Kerja
Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari atau Mbak Tika turut menjenguk Putri dan Intan di rumah sakit. Ia mengapresiasi ketulusan keduanya dalam merawat ibu, namun juga menekankan pentingnya komunikasi sosial.
“Mereka anak berbakti, tapi pesan moralnya jelas — jangan menanggung semua sendiri. Hidup bertetangga itu saling tolong,” kata Mbak Tika.
Pemkab Kendal melalui Dinas Sosial akan menempatkan keduanya di Panti Pelatihan Margi Utomo. Di sana, mereka akan mendapat pelatihan keterampilan dan bantuan modal usaha agar bisa mandiri.
“Setelah pulih, akan kami berikan peralatan kerja supaya bisa bekerja dari rumah,” tambahnya.
Biaya perawatan keduanya kini ditanggung oleh BPJS Kesehatan yang telah diaktifkan kembali oleh pemerintah daerah.
“Peristiwa ini menjadi refleksi sosial tentang pentingnya solidaritas di tengah masyarakat. Pesan “tidak ingin merepotkan orang lain” semestinya tidak diartikan sebagai menutup diri, karena hidup berdampingan berarti saling menjaga dan membantu.
Reporter: Yogie PS
Tidak ada komentar