TRENDING

Hilang Sejak Pagi, Balita Perempuan Dibawa Paman Tak Kunjung Kembali, Polisi Turun Tangan

2 menit membaca
M.Supadi
M.Supadi
DAERAH, NEWS - 13 Jan 2026

BOYOLALI | MNNMMEDIA.COM — Hilangnya seorang balita perempuan bersama pamannya menggemparkan warga Dukuh Ngembat, Desa Sempu, Kecamatan Andong, Kabupaten Boyolali. Korban diketahui bernama Humaira Zuhayri Nafi’a, yang hingga Selasa siang (13/1/2026) belum diketahui keberadaannya.

Balita tersebut dilaporkan hilang sejak Selasa pagi sekitar pukul 06.30 WIB, setelah dibawa pergi oleh kakak ipar orang tua korban menggunakan sepeda motor Jupiter MX tahun 2005 warna merah silver, dengan alasan jalan-jalan. Namun hingga berjam-jam kemudian, keduanya tak kunjung kembali ke rumah.
Kekhawatiran keluarga dan warga semakin meningkat setelah diketahui bahwa pria yang membawa korban memiliki riwayat keterbelakangan mental, sehingga menimbulkan ancaman serius terhadap keselamatan balita yang masih sangat rentan.

Ayah korban, Feri Ardiyanto, mengungkapkan bahwa pihak keluarga telah melakukan pencarian secara mandiri ke sejumlah lokasi sebelum akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Andong, Polres Boyolali.

“Kami khawatir karena sampai siang tidak ada kabar, ponsel yang bersangkutan juga tidak bisa dihubungi,” ujar Feri dengan nada cemas.
Kapolsek Andong membenarkan adanya laporan orang hilang tersebut dan menyatakan pihak kepolisian saat ini masih melakukan pendalaman, pengumpulan keterangan saksi, serta penelusuran kemungkinan rute yang dilalui pelaku bersama korban.

“Kami mengimbau masyarakat untuk ikut membantu. Jika melihat anak atau orang dengan ciri-ciri yang dimaksud, segera laporkan ke Polsek Andong atau aparat terdekat,” tegas Kapolsek.
Saat terakhir terlihat, Humaira mengenakan baju hijau bermotif bintik putih, celana pendek, dengan ciri rambut lurus sebahu dikuncir dua, serta kulit putih.

Pihak keluarga berharap korban segera ditemukan dalam kondisi selamat. Masyarakat yang memiliki informasi sekecil apa pun diminta menghubungi 0857-2645-5512 (Feri Ardiyanto) atau melapor ke kantor polisi terdekat.

Kasus ini menjadi perhatian serius warga Boyolali, mengingat usia korban yang masih balita serta kondisi orang dewasa yang membawanya dinilai berisiko tinggi.(..]

Bagikan Disalin
CLOSE ADS